Entri Populer

Selasa, 01 Juni 2010

makalah pengkajian fiksi // cerpen muthakir


CERPEN INDONESIA MUTAKHIR

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Pngkajian Fiksi
Dosen Pengampu : ALI IMRON AL-MA’RUF, M.Hum



Disusun oleh :
Rendiyanto A 310 080 062
Krisna Sidik K A 310 080 064
Reza Taufika P A 310 080 062
Danang Slamet R A 310 080 062
Eka Tri Sanjaya A 310 080 062

PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2010
BAB I
PENDAHULUAN


1.Latar belakang
Cerita pendek atau yang sering disingkat cerpen adalah salah satu bntuk prosa naraif fiktif. Cerpen cenderung padat dan langsung pada tujuannya , dibandingkan karya - karya fiksi yang lebih panjang,seperti novella. Cerpen adalah bentuk sastra yang paling digemari dalam kesusastraan Indonesia sesudah perang dunia kedua.
Cerpen sebagai bentuk kasusastraan seperti juga dibagian lain dunia ini, pada jaman sebelum perang dunia kedua, sedikit sekali perhatiaan orang Indonesia terhadap karya sastra itu, meski sudah dirintis olh M. Kasim dan Suman Hs
Penulisan cerpen di Indonesia dimulai pada pertengahan tahun 30an. Berarti Indonsia baru menulis cerita pendek setelah jenis karya ini ditulis oleh Negara – Negara lain satu abad sebelumnya. Kalau cerita pendek Indonesia timbul akibat pengaruh sastra barat, maka ang menjadi persoalan jenis- jenis karya cerpn yang mana berpengaruh mula- mula di Indonesia. sebab waktu bapak – bapak cerita pendek kita mulai mnulis cerpennya yang pertama, boleh dikatakan bahwa Negara – Negara barat tlah mncapai tingkat mutakhirnya. ( Pamusuk Eneste cerpen Indonesia mutkhir antologi esei dan kritik.1983)
Dalam sejarahnya penulisan cerpen di Indonesia ditulis oleh banyak pengarang. Dalam waktu 30 tahun saja jumlah buku kumpulan crita pendek mencapai seperempat jumlah buku sastra Indonesia modern. Cerita pendek mendapatkan masa subur stelah masa kemerdekaan. Karena bentuknya yang pendek ,dapat dengan cepat merefleksikan knyataan diskitar kita secara lebih cepat dan beragam dibanding dengan novel misalnya. Cerpen banyak dipakai oleh pengarang untuk berbicara. Hal demikian itu ditunjang olh brkmbangnya majalah – majalah dan Koran yang bersedia menampung dan menpublikasikan cerpen.
Inilah sebabnya cerita pendek mempunyai sejarah yang berlanjut di Indonsia sejak timbulnya pada tahun 30-an.hal ini brbda dengan novel atau drama yang seringkali mengalami masa mandul. Usia kepengarangan di Indonesia relatif pendek berkisar 10 -15 tahun. Dngan demikian hampir tiap sepuluh tahun sekali timbul rombongan penulis baru. Sjarah crita pendek Indonesia dibagi menjadi 4 dekade selama 40 tahun, pembagian sebagai berikut
1.Dekade 30-an, yaitu masa pertumbuhan cerita pendek yang dimulai sekitar perteengahan tahun 30-an sampai permulaan 40-an. dalam dekade ini kita temui bebrapa penulis cerita pendek yang dapat dianggap sebagaai bapak cerpen kita, seperti M. Kasim, Suman Hs, Armijn Pane, Idrus.
2.Dekade 40-a,yang meliputi masa antara tahun 1945 sampai tahun 1955. Dalam dekade ini kita temui penulis- penulis cerpen kita seperti Pramoedya, Achdiat K, Mochtar Lubis, Trisno Sumardjo, Asrul sani.
3.Dekade 50-an, yang meliputi penulis-penulis dari majalah kisah dan sastra. Dari masa ini kita temui penulis sebagai berikut : Nugroho Notosusanto, Subagio Sastrowardoyo, Riyono pratiko, Nh Dini, Trisnoyuwono, Ajip Rosidi, Bur Rasuanto, Alex Leo, A.A. Navis, dan lain sebagainya.
4.Dekade 60-a, yang meliputi masa antara 1964 samapai sekarang ini, yaitu mmereka yang rata- rata kmudian tumbuh dalam majalahsastra Horison penulisnya antara lain: Wildan Yatim, Umar Kayam, Wilson Nadeak, dan sebagainya. .( Pamusuk Eneste cerpen Indonesia mutkhir antologi esei dan kritik.1983)
Sejak Idrus pada dekade –dekade selanjutnya cerita pendek Indonesia merupakan rekaman-rekaman masalah sosial sejaman. dan berakibat bahwa unsur ploting dalam cerpen Nampak menonjol. cerita pendek kemudian penuh dengan insiden – insiden,kejadian-kejadian, sehingga dalam cerpen kita nampak kekurangan penggambaran watak tokoh – tokoh yang jelas, cerpen semata-mata menyajikan cerita dengan menangkap kejadian – kejadian. poin of view “aku” kerap kali dipakai, sehingga hal ini makin memperjelas orintasi sosialnya.
Dalam makalah ini kita akan membahas tntang seluk beluk cerpen mutakhir yang berkembang sejak tahun 1960-an.











BAB II
PEMBAHASAN

1.1 Definisi Cerpen mutakhir
Cerpen mutakhir mulai ditulis pada dekade 60-an sampai sekarang dan dipublikasikan melalui majalah Horison, ciri-ciri orientasi pada Idrus makin berkurang, dan nampaknya orientasi Armijn pane muncul kembali. Horison, adalah majalah sastra yang banyak didukung oleh kaum intelektual muda dijamannya. dalam kurun ini masalah – masalah sosial mungkin merupakan bahan pertimbangan, tetapi jelas tidak tergambar secara mentah dalam karya –karya mereka. Pada dekade mutakhir ini para penulis cerita pendek lebih banyak bergulat dengan ide - ide filosofis atau psikologis seperti terlihat pada karya Armijn pane. inilah sebabnya meskipun banyak para penulis cerpen masa kini mengambil setting ceritanya diluar negeri, namun esensi masalahnya tetap aktual bagi siapa saja.
Istilah “Angkatan66” dipergunakan bagi mahasiswa indonsia yang pada tahun 1966 melakukan demontrasi untuk mencapai tujuan politik dan ekonomi: Pembubaran PKI, pembentukan kabinet baru yang wajib mngadakan prbaikan nasib rakyat dan menurunkan harga barang- barang kebutuhan pokok. kebangkitan angkatan 66 mrupakan reaksi pengkhiannatan atas pancasila yang dilakukan oleh rezim Soekarno. hal ini menimbulkan atheisme dan tirani, dan sebagai rentetanya membangkitkan perasaan menentang tirani dan keinginan untuk kembali pada pancasila.
H.B. jassin merupakan orang pertama yang memakai istilah “angkatan 66” sebagai sebutan bagi sekelompok pengarang. Satryagraha mengusul sebuah nama lain “Angkatan Manikebu” atau “Angkatan sastra” dan ini akan memasukan pengarang-pengarang Jassin dan yang lebih tua. Dia berpndapat bahwa “Manikebu” dalam satu segi juga membrikan kesan menntang tirani serta keinginanya kembali pada pancasila.Aoh K. Hadimamadja menyerang jassin dari sudut yang lain. sastra sunda katanya,telah menyuarakan nada yang sama bahkan sebelum demontrasi di lakukan; karena merekapun harus mendapat pengakuan.Menurutnya tidak mungkin membataskan ”angkatan 66” hanya pada pengarang nasional saja, sebab seperti telah di buktikan pengarang daerahpun memberkan sumbangsih mereka bagi kebangkitan itu.( Pamusuk Eneste, Cerpen Indonesia mutkhir, antologi esei dan kritik.1983).



2.Kreteria cerpen mutakhir
Pada dekade mutakhir ini para penulis cerita pendek lebih banyak bergulat dengan ide - ide filosofis atau psikologis seperti terlihat pada karya Armijn pane. inilah sebabnya meskipun banyak para penulis cerpen masa kini mengambil seting ceritanya diluar negeri, namun esensi masalahnya tetap aktual bagi siapa saja. bahkan Danarto mengambil setting cerpenya tidak dimana –mana tetapi kita tidak pernah bisa mengnal identitas lokal dalam cerpen-cerpen danarto.
“Angkatan 66” menginginkan kebebasan dalam dunia politik seperti yang terkandung dalam arti kata itu sendiri. Semua ini untuk perlakuan yang wajar terhadap rakyat untuk perbaikan semua bidang, menentang menjadikan kesenian sebagai alat propaganda, menentang lekra dan neo-lekra. “Angkatan 66” bergerak berdasarkan kebasan, keadilan, kebenaran ( termasuk kebenaran agama ) serta kreativitas.
Karakteristik lainnya yang patut disebutkan ialah bahwa kebanyakan dan cerpen-cerpen itu ditulis secara “menyimpang”. Dengan memakai pengertian mi kita memakai istilah flashback untuk lain hal. Kita menyebut bagian tertentu dan cerita sebagai flashback bila pengembalian bentuk-waktu-lama membentuk bagian utama dan cerita itu sendiri: bila pengembalian itu hanya embelan belaka, kita menyebutnya sebuah penyimpangan. Sebuah penyimpangan dapat berguna bagi pengarang untuk menerangi bagian tertentu dan cerita; tetapijuga dapat berupa hambatan dan karenanya mengganggu. Dan pcnyimpanganjenis yang terakhir itulah yang banyak kita temui dalam cerpen-cerpen tsb. Bila kalian percaya takhyul kalian dapat mengartikan mi sebagai tanda ketakutan akan masa depan; bila engkau ingin menjadi psikoanalis hal itu merupakan tanda kerinduan akan masa, silam; tetapi secara teknis dalam kebanyakan hal hanya menunjukkan ketidak-sadaran dan ketiada-rencana penulisan yang baik ( Pamusuk Eneste, Cerpen Indonesia mutkhir, antologi esei dan kritik.1983).










BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Cerpen mutakhir mulai ditulis pada dekade 60-an sampai sekarang dan dipublikasikan melalui majalah Horison, ciri-ciri orientasi pada Idrus makin berkurang, dan nampaknya orientasi Armijn pane muncul kembali. Horison, adalah majalah sastra yang banyak didukung oleh kaum intelektual muda dijamannya
Pada dekade mutakhir ini para penulis cerita pendek lebih banyak bergulat dengan ide - ide filosofis atau psikologis seperti terlihat pada karya Armijn pane.



























DAFTAR PUSTAKA


Antar Semi. 1998. Anatomi Sastra. Padang : Angkasa Raya
Sidhi Purnama. 1983. Cerpen IndonesiaMuthakhir : Antologi Esei Dan Kritik. Jakarta : PT. Gramedia.


































Tidak ada komentar:

Posting Komentar