Entri Populer

Sabtu, 16 April 2011

ANALSISIS WACANA DALAM TAJUK RENCANA MEDIA MASA KORAN SOLOPOS DAN SUARA MERDEKA
BERDASARKAN UNSUR LEKSIKAL DAN GRAMAATIKAL
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Analisis Wacana
Dosen pengampu Dr. Sumarlan, M.S.








OLEH
1. Novianto n A310080067
2. Eka Tri S A310080089
3. Ricky Arinda P A310080090
4. Denny P W A310080100
5. Alifta K P A310080104
6. Alfian K D A310080109

PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2010
PENDAHULUAN
Wacana tajuk meupakan salah satu alat komunikasi tak langsung yang dimuat dalam media massa, tajuk biasa muncul dalam koran harian, wacana tajuk biasa mengungkap sebuah wacana yang sedang marak diperbicangkan,baik berupa gagasan masyarakat umum maupun sosoial ekonomi atau kebudayaan. Wacana tajuk dalam koran solopos berbahasa ringan dan mudah dipahami meskipun kadang mengunakan bahasa asing namun hal ini masih bisa dipahami oleh pembaca.
Wacana tajuk rencana dalam koran solopos dan suara merdeka mengunakan beberapa gaya bahasa yang muncul dalam kalimat atau paragraf. Untuk mengetahui apa saja unsur dan funsinya yang terapat dalam wacana tersebut. Untuk itu perlu adanya analisis lebih lanjut mengenai teknik analisis dan cara penganalisian wacana tersebut. Sebelum kita menganalisis tentang wacaana tajuk yang terdapat dalam koran Solopos dan SUMER.
Dan dalam makalah ini menuliskan analisis tentang analisis berdasarkan unsur gramatikal dan lesikal.

RUMUSAN MASALAH
1. Unsur gramatikal apakah yang terdapat dalam wacana tajuk dalam media koran Solopos dan Suara merdeka
2. Unsur leksikal apakah yang terdapat dalam wacana tajuk dalam media koran Solopos dan Suara merdeka






BAB II
PEMBAHASAN
I. TAJUK RENCANA KORAN SOLO POS TANGGAL 21 SEPTEMBER 2010
A. Dalam Aspek Gramatikal
Analisis wacana tajuk rencana mencari jaksa bersih dalam koran solopos dilihat dari aspek gramatikalnya.
1. Referensi/Pengacuan
Pengacuan adalah salah satu jenis kohesif gramatikal yang berupa satuan lingual tertentu yang mengacu pada satuan lingual lain yang mendahului atau mengikutinya.
a. Referensi pronomina persona
Dalam tajuk rencana mencari jaksa bersih ditemukan perpaduan wacana yang didukung oleh kohesif gramatikal yang berupa pengacuan persona yang dapat diamati dalam kutipan berikut.
1. Bagi kami, sikap para tersebut sangat aneh dan berlebihan.
2. Kami sepakat jaksa agung dari eksternal kejaksaan.
3. Namun, kami belum melihat sosok pengganti Baharudin Lopa dari internal kejaksaan. Untuk itu kami mendukung Presiden SBY menunjuk jaksa agung dari eksternak kejaksan.
Unsur kami pada kutipan 1, 2, dan 3 merupakan pengacuan pronomina persona bentuk pertama jamak.
Dalam hal ini kami mengacu pada para jaksa. Dengan ciri-ciri yang disebutkan itu maka kami pada kutipan 1, 2, dan 3 merupakan jenis kohesi gramatikal pengacuan endoforis (karena acuannya pada dalam teks).
b. Referensi pronomina demonstratif waktu
Berikut ini adalah contoh kohesi gramatikal yang didukung oleh pengacuaan demonstratif waktu:
1. Presiden Susilo Bambang Yudoyono dalam waktu dekat akan mengganti pejabat setngkat menteri.
2. Dalam beberapa tahun terakhir,
Pada kutipan 1 merupakan bentuk pengacuaan demonstrasi yang akan datang, sedangkan kata beberapa tahun terakhir pada kutipan 2 merupakan bentuk pengacuaan demonstrasi waktu yang lampau.

c. Pengacuan demonstrasi tempat
Dalam teks tajuk rencana mencari jaksa bersih tidak ditemukan pengacuan demontrasi tempat.
d. Pengacuaan Kooparatif Perbandingan
Dalam teks tajuk rencana ini tidak ditemukan pengacuan kooperatif perbandingan.
2 Penyulihan (substitusi)
Penyulihan adalah salah satu jenis kohesi gramatikal berupa pergantian lingual tertentu dengan cara berupa pergantian lingual tertentu dengan satuan lingual lain dalam wacana untuk memperoleh unsur pembeda. Macam-macam penyulihan antara lain; nominal dan verbal.
Dalam wacana tajuk rencana ditemukan penyulihan substitusi nominal, sebagai brikut:
Setidaknya muncul dua nama yang bakal mengisi posisi jabatan jaksa agung.
3. Pelesapan/elipsis
Pelesapan adalah salah satu jenis kohesi gramatikal berupa penghilangan satuan lingual tertentu yang disebutkan sebelumnya. Berikut adalah contoh pelesapan pada wacaba tajuk renjana:
Posisi jaksa agunglah yang banyak mendapat sorotan publik, sebab jabatan itu merupakan posisi panas.

4. Perangkaian (konjungsi)
Konjungsi adalah salah satu jenis kohesi gramatikal yang dilakukan dengan cara menghubungkan unsur satu dengan unsur yang lain dalam wacana. Konjungsi yang terdapat pada iklan ini misalnya tampak pada kalimat berikut:
1. Sebab jabatan itu merupakan kursi panas dimana dapat menentukan hitam putihnya penegakan hukum ditanah air.
2. Hingga saat ini, kami belum melihat sosok pengganti Hendarman Supanji yang berasal dari internal yang memiliki integritas dan memiliki rekam jejak yang baik dan anggup mereformasi institusi kejaksaan.
Kata sebab pada kutipan (1) termasuk ke dalam perangkaian sebab-akibat. sedangkan kata dan pada kutipan (ke2) termasuk ke dalam perangkian penmbahan (editif).

B. Analisis Aspek Leksikal
Kohesi leksikal dalam wacana dapat dibedakan menjadi enam macam:
1. Repetisi
Repetisi adalah lingual yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai. Repetisi yang terdapat pada iklan ini misalanya tampak pada kalimat berikut:
a. Masih terjadinya tebang pilih penanganan kasus-kasus korupsi.
b. Bagi kami sikap para jaksa tersebut sngat aneh dan berlebihan.... kami sepakat jaksa agung dari eksternal kejaksaan.
Repetisi pada kutipan di atas adalah repetisi epizeuksis yaitu pengulangan satuan lingual kata yang dipentingkan beberapa kali secara berturut-turut.

2. Sinonimi (padan kata)
Sinonimi yang terdapat pada iklan ini misalanya tampak pada kalimat berikut:
Sebab jabatan itu merupakan kursi panas.
Unsur jabatan dan kursi pada kalimat tersebut merupakan sinonimi kata dengan kata.
3. Antonimi (lawan kata)
Dalam wacana ditemukan unsur antonimi misalnya terdapat dalam kalimat berikut:
Kami sepakat jaksa agung dari eksternal kejaksaan. Hingga saat ini kami belum melihat sosok pengganti hendarman supanji yang berasl dari internal yang memiliki intergritas dan rekam jejak yang baik dan sanggup mereformasi institusi kejaksaan.
Unsur eksternal dan internal dalam kalimat tersebut merupakan oposisi kutup.

4. Kolokasi (Sanding Kata )
Dalam wacana ditemukan unsur kolokasi yakni, sebagai berikut:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam waktu dekat akan mengganti pejabat setingkat menteri. Beberapa jabatan tersebut adalah jaksa agung, POLRI dan panglima TNI.

5. Hiponimi (hubungan atas bawah)
Dalam wacana ditemukan unsur kolokasi sebagai berikut:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam waktu dekat akan mengganti pejabat setingkat menteri. Beberapa jabatan tersebut adalah jaksa agung, POLRI dan panglima TNI.
Hubungan atas bawah subkoordinat yang digunakan dalam teks tersebut.
6. Ekuivalensi (kesepadanan)
Ekuvalensi yang terdapat pada iklan ini misalanya tampak pada kalimat berikut:
Namun wacan tersebut langsung mendapat reaksi dari internal kejaksan. Setidaaknya 8.000 jaksa menolak jaksa agung dari luar. Mereka mengusulkan calon dari internal kejaksaan.


II. TAJUK RENCANA KORAN SUARA MERDEKA TANGGAL 28 AGUSTUS 2010
A. Dalam Aspek Gramatikal
1. Referensi/Pengacuan
Pengacuan adalah salah satu jenis kohesif gramatikal yang berupa satuan lingual tertentu yang mengacu pada satuan lingual lain yang mendahului atau mengikutinya.
a. Pengacuan referensi pronominal persona
Dalam Tajuk rencana dalam koran Suara Merdeka gedung baru DPR cederai hati rakyat ditemukan perpaduan wacana yang didukung oleh kohesif gramatikal yang berupa pengacuan persona yang dapat diamati dalam kutipan berikut:
Dan ketika gedung jadi dibangun, mereka dengan suka cita menerima dan menempati.
Kata mereka pada kutipan diatas termasuk pengacuan persona ke-2 bentuk tunggal
b. Pengacuan Demonstrasi Tempat
Dalam Tajuk rencana dalam koran Suara Merdeka gedung baru DPR cederai hati rakyat ditemukan perpaduan wacana yang didukung oleh kohesif gramatikal yang berupa pengacuan persona yang dapat diamati dalam kutipan berikut:
Dinegeri ini masih banyak gedung sekolah yang rusak parah, hampir roboh, bahkan telah roboh.
Unsur rusak parah, hampir roboh, bahkan telah roboh, pada kutipan di atas termasuk pengacuan demonstrasi tempat menunjuk secara eksplisit.

2. Penyulihan (substitusi)
Penyulihan adalah salah satu jenis kohesi gramatikal berupa pergantian lingual tertentu dengan cara berupa pergantian lingual tertentu dengan satuan lingual lain dalam wacana untuk memperoleh unsur pembeda. Macam-macam penyulihan antara lain; nomindal dan verbal.
Dalam tajuk rencana ini tidak ditemukan penyulihan substitusi.
3. Pelesapan
Pelesapan adalah salah satu jenis kohesi gramatikal berupa penghilangan satuan lingual tertentu yang disebutkan sebelumnya.
Dalam analisis tajuk rncana di sini tidak ditemukannya pelesapan.

4. Perangkaian (konjungsi)
Konjungsi adalah salah satu jenis kohesi gramatikal yang dilakukan dengan cara menghubungkan unsur satu dengan unsur yang lain dalam wacana. Konjungsi yang terdapat pada iklan ini misalnya tampak pada kalimat berikut:
a. Di Negeri ini masih banyak anak dan remaja usia sekolah yang tak mampu mengakses layanan pendidikan.
b. Jika dihitung dari total anggaran pembanguna Rp 1,6 triliun artinya setiap anggota DPR mendapt jatah kantor senilai Rp 2,8 miliar.
Unsur dan pada kutipan (1) merupakan bentuk konjungsi penambahan. Sedangkan unsur jika termasuk syarat dan unsur artinya termasuk konjungsi sebab-akibat.

B. Analisis Aspek Leksikal
Kohesi leksikal dalam wacana dapat dibedakan menjadi enam macam:
1. Repetisi
Repetisi adalah lingual yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai.
Dan jika citra itu dibangun dengan fasilitas fisik yang dibiayai Negara.
Unsur fisik pada kutipan di atas termasuk repetisi anadiplosis.


2. Sinonimi/ padankata
Sinonimi dalam tajuk rencana di atas sebagai berikut:
Sebab, bisa jadi kendati sekarang ada sebagian anggota atau pimpinan DPR bersuara menolak rencana pembangunan gedung baru itu.
Unsur anggota atau pimpinan termasuk sinonimi kata dengan kata.

3. Antonimi
Antonimi dalam analisis wacana pada Tajuk rencana di atas tidak ada.

4. Kolokasi (Sanding Kata )
Dalam analisis wacana pada tajuk rencana ini tidak ditemukan unsur kolokasi

5. Hiponimi(hubungan atas bawah)
Hiponimi dalam tajuk rencana di atas sebagai berikut:
Nilai yang sangat tidak pantas di tengah kenyataan masih banyak persoalan tentang kemiskinan , pendidikan, infrastruktur, kesehataan, korupsi yang makin menggila.
Unsur kemiskinan , pendidikan, infrastruktur, kesehataan, korupsi yang makin menggila pada kutipan diatas termasuk hiponimi

6. Ekuivalensi (kesepadanan)
Dalam wacana ini tidak ditemukan unsur ekuivalensi.







SIMPULAN

Aspek gramatikal yang dominan di dalam wacana solopos dan suara merdeka Dalam wacana Suara Merdeka terdapat referensi pengacuan persona ke-2 bentuk tunggal dan pengacuan demonstrasi tempat. Dalam wacana Suara Merdeka terdapat perangkaian atau konjungsi sebab-akibat dalam wacana Suara Merdeka terdapat repetisi,sinonim, dan hiponimi. Aspk leksikal yang dominan didalam wacana suara merdeka terdapat repetisi anadiplosis,






















DAFTAR PUSTAKA

Sumarlan. 2008. Analisis Wacana. Surakarta : Pustaka Cakra.
Koran Solopos 21 september 2010
Koran Suara Merdeka 2 september 2010























LAMPIRAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar